Sejak Pengakuan Donald Trump, Penjajah Israel Bunuh 372 warga Palestina

Spirit of Aqsa – Ramallah | Sejak Donald Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, 6 Desember 2017, militer penjajah Israel telah membunuh ratusan warga Palestina dari berbagai wilayah.

Sebuah lembaga riset independen Palestina, Al-Quds Center, Sabtu (02/01/2019), menyebutkan bahwa sejak tanggal itu, penjajah Israel telah membunuh 372 warga Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat.

Tujuh puluh delapan di antara mereka adalah anak-anak dan sebelas orang perempuan serta enam orang penyadang cacat.

Jumlah peserta aksi Gaza yang syahid dalam unjuk rasa perbatasan hingga hingga akhir Januari kemarin, juga tercatat telah mencapai 224 orang. Dua orang di antaranya wartawan dan tiga orang tim medis.

Tujuh puluh delapan anak yang syahid, rata-rata umur mereka belum mencapai delapan belas tahun.

Badan Riset Palestina tersebut juga mendata terdapat tujuh tahanan Palestina yang syahid di tangan penjajah Israel. Selain itu, sampai saat ini 23 jasad warga Palestina yang meninggal masih ditawan oleh penjajah Israel.

Pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota penjajah Israel mendapatkan penentangan keras dari warga Palestina dan dunia internasional. Warga yang mengadakan unjuk rasa damai menuntut hak mereka, direspon keras oleh penjajah Israel. Militer Israel menembaki warga dengan peluru tajam, peluru karet dan gas Air mata.

Share:

Comments

comments