Usai Ditolong Palestina, Netanyahu Malah Pamer Peta Baru Caplok Golan Suriah

Spirit of Aqsa, Yerusalem – Pertolongan Palestina saat Israel dilanda kebakaran hebat beberapa waktu yang lalu rupanya tidak membuat Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu gamang mengakui wilayah Dataran Tinggi Golan masuk ke wilayah Israel.

Justru Netayahu terlihat sangat senang saat memamerkan peta baru Israel yang mencantumkan Golan Suriah masuk dalam daftar wilayah Israel. Pembuat peta adalah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan ditandatangani Presiden Donald Trump.

Dataran Tinggi Golan sejatinya adalah wilayah Suriah, namun diduduki Israel dalam perang 1967. Negara Yahudi itu kemudian menganeksasi wilayah tersebut pada tahun 1981 meski tak pernah diakui dunia internasional. Trump beberapa bulan lalu secara sepihak mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel, dan memicu kemarahan Suriah dan negara-negara Arab.

Menurut wartawan Channel 13, Yosef Yisrael, peta baru itu dipamerkan pada pertemuan hari Kamis (30/05/2019) antara Netanyahu dan penasihat Gedung Putih Jared Kushner.

“Kunjungan Kushner adalah bagian dari tur internasional untuk menjual rencana perdamaian Timur Tengah yang sangat dinanti-nantikan, yang akan diresmikan pada musim panas ini, tetapi peta yang membagi wilayah itu bukan pertanda baik bagi perdamaian di wilayah tersebut,” tulis Yisrael di Twitter.

Netanyahu mengonfirmasi keberadaan peta baru yang dia pamerkan tersebut.”Selama pertemuan kami, Kushner memberi saya peta dari Departemen Luar Negeri (AS) yang sekarang mengakui Dataran Tinggi Golan. “Dia menandatanganinya ‘bagus’. Saya katakan, ‘sangat bagus’,” kata Netanyahu dalam konferensi pers, juga menuliskannya di Twitter.

Resolusi PBB menyatakan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Suriah. Israel hampir memberikan kembali wilayah itu pada tahun 1999, namun batal.

Share:

Comments

comments