Sekolah Israel Ajarkan Ideologi Rasisme

Spirit of Aqsa, Tel Aviv – Sekolah persiapan pra-militer Israel “Beni David”, dilaporkan mendoktrin siswanya dengan ideologi rasisme Yahudi. Mereka diajarkan bahwa Yahudi adalah para raja, sementara Arab keturunan budak.

“Orang-orang Arab suka menjadi budak. Ini adalah masalah biologis. Bangsa di sekitar kita (Arab) menderita masalah genetik,” ujar Rabi Kashtel Giora, penanggung jawab sekolah yang terletak di permukiman Aley, Selatan Nablus.

“Orang Arab ingin berada di bawah penjajahan karena mereka memiliki masalah genetik, mereka tidak tahu bagaimana menjalankan suatu negara, mereka tidak bisa melakukan apapun, ‘’ katanya seperti dikutip felesteen post.

“Kami percaya pada rasisme. Yahudi adalah gen terbaik di dunia,‘’ tambahnya.

Terkait hal ini, sejumlah pemimpin Yahudi menggunakan program pra-militer untuk menanamkan nilai-nilai Yahudi kepada siswa mereka. Pertengahan Juli 2018 lalu, penjajah Israel telah mengesahkan Undang-Undang Kebangsaan Yahudi.

UU tersebut kemudian menjadi salah satu dasar hukum penting di Israel. Berdasarkan UU itu, Israel adalah ‘’negara bangsa Yahudi” tanpa memandang persamaan atau demokrasi. Dengan demikian bangsa Yahudi punya hak eksklusif untuk menentukan nasib mereka sendiri di Israel.

Penjajah Israel juga mencabut bahasa Arab sebagai bahasa resmi dan menetapkan Yerusalem yang utuh dan bersatu sebagai ibukota Israel.

Share:

Comments

comments