BREAKING

Kegiatan

Berita Islam

Latest Post

Minggu, 24 Juli 2016

450 Ribu Pengungsi Palestina di Suriah Membutuhkan Bantuan

Spirit of Aqsa - Organisasi Bantuan Pengungsi Palestina milik PBB (UNRWA) menegaskan situasi dan kondisi pengungsi Palestina dan warga sipil Suriah masih sangat sulit. Sementara itu masyarakat internasional dalam hal ini PBB berusaha untuk mencarikan dan memberikan solusi politik untuk mengakhiri konflik yang berkelanjutan sejak 6 tahun terakhir.

Dalam laporannya, UNRWA ditegaskan pendanaan bantuan kemanusiaan dan layanan utama kebutuhan warga saat ini menjadi kebutuhan darurat dari di banding waktu-waktu sebelumnya, meskipun tindakan permusuhan dihentikan atau gencatan senjata sudah dilakukan secara resmi pada tanggal 27 Februari lalu akan tetapi kekerasan bersenjata masih berlangsung di sebagian besar wilayah di Suriah, dimana warga hidup dalam ketakutan.

UNRWA memperkirakan ada 450 ribu pengungsi Palestina di Suriah hidup di dalam di wilayah yang terblokade ada yang sulit dijangkau. Kekerasan yang terjadi di sana menyebabkan pengungsian massal hingga mencapai lebih dari 60% dari masyarakat Palestina di sana. 

Kondisi ekonomi menurun dengan sangat drastis, inflasi membengkak sangat tinggi dan tingkat pengungsi tingkat pengangguran diperkirakan hingga 57%.

Laporan UNRWA menegaskan, layanan kebutuhan pokok bagi warga seperti pendidikan bagi sekitar 45 ribu pelajar pengungsi Palestina di sana dan perawatan kesehatan pertolongan pertama di 26 pusat kesehatan dan titik serta sejumlah layanan lainnya untuk memberikan rehabilitasi fisik kepada korban konflik serta pelatihan untuk menghapus buta huruf bagi warga usia tua serta dukungan psikologis dan sosial selama 6 bulan pertama tahun 2016, memberikan sejumlah bantuan kemanusiaan, memberikan layanan imunisasi bagi lebih dari 25.000 bayi, memberikan bantuan dana dan bahan kebutuhan untuk sekitar 414 ribu pengungsi Palestina. (Infopalestina.com)

Donasi:
BNI Syariah (kode bank 009)
Rek. 0345874115 an. Yayasan Pusat Peradaban Islam QQ Spirit of Aqsa

Jumat, 22 Juli 2016

Mengupas Strategi Hamas dalam “Operasi Penculikan” Prajurit Israel di Jalur Gaza

Spirit of Aqsa Komandan sayap militer Hamas menyatakan bahwa Israel meskipun menggunakan taktik perang “Hannibal” selama perang. Israel masih kecolongan dengan “hilangnya” prajurit dan komandan perang mereka, dan dipastikan operasi penculikan yang dilakuan Hamas berhasil.
Hal ini ditegaskan kembali oleh komandan al-Qassam “Abu al-‘Atthar” yang disiarkan oleh stasiun TV al-Jazeera bahwa Israel tidak memiliki strategi dan kekuatan bahkan keberanian untuk “mengambil” kembali tentara dan komandannya yang telah berhasil diculik Hamas.
Selama pecah perang 2014, al-Qassam tidak pernah mengumumkan nama-nama prajurit dan komandan Israel yang menjadi tawanan perang Hamas, bahkan nama-nama dan jumlahnya dirahasiakan.
Strategi perang Israel “Hannibal” sudah tidak ampuh lagi
Perlu diketahui bahwa, “Hannibal” juga disebut sebagai salah satu jenderal terbesar sepanjang sejarah. Ahli sejarah militer, Theodore Ayrault Dodge bahkan menyebut Hannibal sebagai “Bapak dari strategi”, karena musuh terbesarnya yaitu Romawi, mengadopsi beberapa taktik militer Hannibal di dalam taktik mereka sendiri. Pujian ini menyebabkan dia mendapat reputasi yang kuat di dunia masa kini dan dia juga dikenal sebagai “pemberi strategi” oleh orang-orang seperti Napoleon Bonaparte dan Bangsawan dari Wellington. Kisah hidupnya juga menjadi dasar dari beberapa film and dokumentasi.
Strategi ini dihapuskan oleh Israel karena mereka merasakan kecolongan dalam setiap perang dengan Hamas.
Apakah dengan dihapuskannya strategi perang Israel ini berarti Palestina telah memenangkan pertempuran?
Betul sekali! Dengan dihapuskannya strategi perang Hannibal ini maka Israel telah gagal, karena tujuan utama Hannibal adalah mencegah lawan untuk menculik pasukan atau operasi kontra penculikan. Namun strategi ini bisa dikalahkan oleh Hamas dan al-Qassam dan pertempuran dimenangkan pihak Palestina.
Misalnya dalam operasi Hannibal yang dilakukan oleh komandan Israel Hadar Goldin yang melakukan kebohongan dengan mengatakan bahwa beberapa pasukannya “tewas” dalam pertempuran dengan Palestina, dan ini di sampaikan kepada keluarga korban. Namun pada hakikatnya, pasukan Israel ini tidak diketahui jasadnya dan operasi penculikan pihak Hamas berhasil.
Bahkan dalam prosesi penguburan para korban perang prajurit Israel, mereka mengklaim prosesi penguburannyanya sesuai dengan ajaran Yahudi bahwa cukup salah satu jasad saja yang ditemukan bisa dikatakan telah dikubur.
Sampai saat ini Goldin tidak bisa memberikan kesaksian bahwa beberapa prajuritnya telah tewas, padahal prajuritnya selama ini diculik oleh Hamas.
Al-Qassam menggunakan strategi dan taktik perang yang tidak pernah diumumkan ke publik. Hanya saja Hamas pernah memberitahukan hanya ada dua strategi yang dilakukan, yaitu: menakjubkan dan cepat. 
Operasi penculikan yang dilakukan oleh Hamas di jalur Gaza ini telah menggeparkan musuh. Termasuk operasi penculikan dua prajurit Israel Gilad Shalit dan Shaul Aron. Komandan Israel, Hadar Goldin tidak bisa merebut kembali mereka lebih dari satu minggu pasca diculik Hamas.
Mujahidin Palestina telah menempatkan musuh dalam posisi sulit, bahkan jejak operasi penculikan Hamas ini tidak bisa dicari. Bahkan darah dan jejak kaki tidak ada.
Lalu kemana jejak para korban penculikan ini? Sampai sekarang masih menjadi teka-teki yang masih misterius.  
Al-Qassam menilai bahwa taktik Hannibal adalah strategi perang yang menyalahi HAM, dan namun strategi ini digunakan musuh dalam strategi militer, politik ekonomi, dll.
Yang terpenting bagi Yahudi adalah menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertempuran. Menghancurkan segala aspek kehidupan rakyat Palestina. Namun Hamas melihat strategi mereka selama ini selalu gagal.
Oleh karena itu, Hamas selalu berada di garda terdepan dalam melawan penjajah Israel dan menjadi benteng rakyat Palestina. Operasi dan taktik perang militer yang dilakukan Hamas adalah untuk memenangkan perang sejak tahun 2014 sampai sekarang.(suarapalestina.com)

Berita Palestina

Materi

 
Copyright © 2014 Spirit of Aqsa | All Rights Reserved
Support by : karnogp