BREAKING

Kegiatan

Berita Islam

Latest Post

Rabu, 28 September 2016

Mantan Presiden Israel Shimon Peres Meninggal

Spirit of Aqsa - Mantan presiden Israel  Shimon Peres meninggal di Tel Aviv hari Rabu (28/09/2016) pada usia 93 tahun, demikian siaran resmi Israel News Agencydikutip Reuters.
Berita kematian Shimon Peres, mantan presiden dan perdana menteri Israel, juga dikabarkan oleh seseorang yang dekat dengannya.
Kondisi Peres memburuk menyusul stroke berat dua pekan lalu yang menyebabkan pendarahan di otaknya. Ia dibius dan mendapat bantuan respirator selama dirawat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan berduka atas kematian Peres. Dia mengatakan akan melaksanakan sidang kabinetnya untuk sesi khusus di kemudian hari.
Menjadi seorang dengan kekuatan dominan dalam politik Israel selama lebih dari 60 tahun, Peres berada di hampir setiap posisi utama dalam pemerintahan Israel, termasuk perdana menteri, menteri luar negeri dan menteri pertahanan.
Shimon Peres terkenal karena menandatangani kesepakatan damai dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat di halaman Gedung Putih pada tahun 1993. Tapi, hampir seperempat abad kemudian kesepakatan itu sama sekali tidak berbekas.
Setelah pembunuhan Yitzhak Rabin pada tahun 1995 oleh seorang ekstremis Yahudi, kesepakatan damai runtuh dan Peres melangkah sebagai perdana menteri.
Peres pada tahun 2005 bergabung dengan pemerintah dan partai Perdana Menteri Ariel Sharon, orang yang bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Palestina tahun 1982 dalam pembantaian di kamp pengungsi Sabra dan Shatila.
Peres  juga dianggap sebagai penjahat perang karena perannya dalam pembantaian Qana di Libanon (Lebanon) Selatan pada tahun 1996.
Daily Sabah/SPNA/Middle EAST Upadate

Selasa, 27 September 2016

Innalillahi, Ulama Besar Palestina Meninggal Dunia

Innnalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ulama besar Palestina, Qori’ Al-Qur’an Masjid Al-Aqsha berpulang ke rahmatullah. Beliau adalah Syeikh Muhammad Rosyad as-Syarif. Menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin (26/09/2016) di ibu kota Yordania pada umur 91 tahun. Lansir Aljazeera, Senin (26/09/2016).
Bacaan Al-Qur’an beliau yang fasih dan merdu telah menggema di radi-radio Palestina sejak tahun 1941. Menjadi Qori’ di Masjid Ibrahimiyah, salah satu masjid terbesar di kota Khalil. Kemudian menjadi Qori’ di Masjid Al-Aqsha pada tahun 1966 pada masa kepemimpinan Syeikh Izzam Al-Khatib.
Semasa menjabat sebagai Muqri’ (Pembaca Al-Qur’an) untuk Masjid Al-Aqsha, suaranya menjadi buah birir masyarakat setempat. Apalagi bila tiba bulan Ramadhan, makin nikmat saja masyarakat al-Quds mendengar lantunan ayat suci yang beliau senandungkan.
Halaqoh-halaqoh Al-Qur’an beliau di Masjid Al-Aqsha tidak pernah sepi peminat. Ilmu dan kefasihannya acap kali dielu-elukan.
Sejak kecil, beliau sudah akrab dengan Al-Qur’an. Berguru langsung kepada seorang Qori’ besar abad ke-20, Syeikh Hasan Abu Saninah di kota Khalil. Di umur 18 tahun, beliau telah menguasai dengan sempurna dua riwayat qiro’ah, yaitu: Hafs dan Warsy.
Ketua Umum al-Awqaf al-Islamiyah di kota Al-Quds, Syeikh Ahmad Majid, mengatakan “Sepeninggal Syeikh, ummat ini kehilangan seorang yang menghibahkan hidupnya untuk menghafal Al-Qur’an.”
Dari majelis beliau pula, lahir ribuan qori, hafidz dan para pecinta Al-Qur’an.
Tahun 2002 beliau pindah ke Yordan dan mengajar di Masjid Al Malik Abdullah. Hingga masa wafatnya.
Bukan hanya para Qori yang merasa kehilangan. Begitu juga pula para pujangga. Pasalnya, beliau adalah ahli syair yang menciptakan 100 lebih bait qasidah.
Tentu. Pemirsa setia program “Suara-Suara dari Langit” di TV Aljazeera pun begitu kehilangan idolanya itu.*/MR Utama
Sumber : Hidayatullah.com

Berita Palestina

Materi

 
Copyright © 2014 Spirit of Aqsa | All Rights Reserved
Support by : karnogp