BREAKING

Kegiatan

Berita Islam

Latest Post

Tuesday, 21 March 2017

Hanya Terjadi di Palestina

Spirit of Aqsa - Hanya terjadi di Palestina. Seorang ayah berdiri tegak bangga di depan jasad anaknya yang mati syahid. Tatapan matanya mengarah ke anaknya dan menyampaikan salam penghormatan ala militer dalam pertemuan terakhir melepaskannya dari alam dunia. Sementara di belakang mereka, ribuan warga berkumpul dengan khusuk. Ada yang membacakan Al-Fatihah sementara mata mereka berkaca-kaca, ada yang pecah murka mereka sembari memekik takbir dan menyerukan balas dendam terhadap Israel. Mereka semua memberikan salam hormat atas perjalanan jihadnya dan meminta agar koordinasi keamanan antara Otoritas Palestina dan Israel dihentikan.

Detik-detik sebelum jenazah Basil Al-A’raj diantar, pimred situs “Al-Hadats” menulis: Di ruang RS pemerintah Palestina, Basil tenang. Semua orang melihat jadadmu wahai Basil. Seakan mereka mengerumunimu bak mengerumuni jasad seorang raja yang akan dibawah ke atas singgahsana. Para perawat terlihat sangat bangga merawat jadadmu. Ada yang membungkusmu dengan kain bendera Palestina, ada yang membungkusmu dengan sorban. Ada pula yang meletakkan bantal di bawah kepalamu, ada yang mencium wajahmu. Seakan “lisan realita” setiap mereka ingin mengatakan kepada Basil, “Kami ingin mengerjakan sesuatu untukmu, karena engkau  telah mengerjakan banyak hal untuk kami”.

Basil adalah apoteker berusia 30 tahun. Namun ia memutuskan meninggalkan apotek untuk membebaskan Palestina. Ia disebut-sebut seabagai sosok pemuda terdidik, namun juga petarung dan martir Palestina. Melalui koordinasi keamanan antara Otoritas Palestina, ia ditangkap bersama rekan-rekannya dengan dakwaan kepemilikan senjata yang akan digunakan untuk menyerang Israel. Di penjara Otoritas Palestina, Basil dinistakan dan disiksa. Ia pun mogok makan sampai dibebaskan. Namun Israel mengawasi dan menangkap rekan-rekannya. Basil setelah itu hilang dari perhatian public sejak musim gugur tahun 2016.

Dua pekan lalu, pada pagi hari 6 Maret, pasukan Israel menggeledah sebuah rumah tempat persembunyian Basil. Sang Basil pun menghadang mereka dengan senjatanya. Namun Israel membunuhnya dengan 10 peluru dan menculik jasadnya. Setelah ditunda-tunda dan tawar menawar, Israel akhirnya menyerahkan Basil di perlintasan Betlehem pada Jumat lalu (17/3). Kedatangan jenazah Asy-Syahid Basil disambut oleh ribuan warga Palestina.

Hanya terjadi di Palestina; seorang pejuang wanita yang ditahan dengan vonis hukuman penjara seumur hidup 16 tahun dengan anak pamannya (sepupunya) yang juga tawanan dengan vonis penjara seumur hidup. Tujuh tahun kemudian, keduanya dibebaskan dan bertemu di Amman (Yordania). Namun Kementerian Kehakiman Amerika meminta Yordania akan keduanya diserahkan kepada AS. Saat itu, wanita Palestina pejuang itu menyataan “tak menyesal” ikut dalam merencanakan serangan aksi di Al-Quds 16 tahun lalu yang menewaskan dua warga Amerika. Itulah rangkuman kisah remaja putri Ahlam Al-Tamimi yang meninggalkan Yordania ke Tepi Barat Palestina agar dekat dengan sepupunya Nazar Al-Tamimi yang saat itu divonis penjara seumur hidup di penjara Eshkolan. Nazzar adalah aktivis Fatah namun Ahlam bergabung dengan Hamas. Ahlam dipenjara dengan dakwahan membantu mengantarkan pejuang Hamas menjalankan aksi peledakan salah satu restoran Israel di Al-Quds (Jerusalem) pada tahun 2001 yang menewaskan 15 warga Israel, dua di antaranya memiliki kewarganegaraan Amerika.

Hanya terjadi di Israel (wilayah Palestina yang dirampas); sebanyak 350 anak Palestina di bawah 15 tahun mendekam di penjara. Sementara setiap tahunnya ada sebanyak 500 – 700 anak diadili di pengadilan Israel. salah satunya adalah bocah Shadi Farah yang ditangkap pada 30 Desember 2015 yang usianya masih 12 tahun. Israel menangkapnya saat bocah ini menunggu bis di salah satu terminal kota Al-Quds. Shadi didakwah membawa pisau dan dihukum penjara tiga tahun. 

Di Hari Perempuan Dunia, ibunda Shadi, Firhan Daraghimah mengirim surat yang mengisahkan anaknya menjadi tawanan terkecil di penjara Israel. Surat itu diberi judul; Siapa yang mengembalikan Shadi ke anak-anak? Yang kemudian dimuat oleh korna Asy-Syarq Al-Ausath edisi (8/3). Dalam surat itu, ibunda Shadi mempertanyakan; bagaimana kedua mata saya terpejam membayangkan anak kecil saya sendirian di sel dingin gelap? Sementara anak saya Shadi tidak bisa tidur kecuali di dekatku; jarinya selalu di mulutnya? Di akhir suratnya, ibunda Shadi menyerukan semua kaum lelaki dan wanita untuk bergabung bersamanya mengembalikan Shadi dan anak-anak yang senasib dengannya menjadi korban politik kezhaliman, arogansi dan brutalisme Israel penjajah.

Fahmi Huwaidi
  
 https://melayu.palinfo.com/3828
 Pusat Informasi Palestina

Tastqif "Dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa"

Spirit of Aqsa | Jakarta - Selain menjadi lembaga penyalur bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan Suriah. Spirit of Aqsa pada hari Ahad, 19 Maret 2017, kembali mengadakan tatsqif yang bertemakan "Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa" dengan pemateri Ustadz Arifin Nugroho Lc dan Ustadz Umar Makka Lc.

Tatsqif berasal kata dari tsaqofah yang berarti wawasan. Dengan adanya kegiatan ini, Spirit of Aqsa berharap para peserta selain menyalurkan bantuan juga menambah wawasan tentang keutamaan dan keberkahan dua Masjid yang disucikan ini, Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Dan perlunya memahami permasalahan seutuhnya tentang Palestina dan bumi Syam.

Acara yang berlangsung khidmat dan dipadati oleh banyaknya jamaah, membuktikan bahwa antusiasme umat terhadap isu bumi Syam masih hangat serta menarik perhatian.


Pada sesi pertama yang dibawakan oleh Ustadz Arifin Nugroho ini diawali dengan pemutaran sebuah video perjalanan ke Masjidil Aqsa. Video tersebut menceritakan tentang kondisi umat Islam di kota tua Jerussalem dan pentingnya berziarah ke Masjidil Aqsa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni; "Janganlah kamu paksakan diri untuk melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa." 

Pembawa acara pada Poros Surga Trans 7 ini juga menuturkan tentang hikmah transitnya Rasulullah SAW dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa lalu menuju sidratul muntaha, benang merahnya terdapat dalam Q.S Al-Isra ayat 1. 

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Point pertama yang terdapat dalam ayat ini adalah :
1. Allah sampaikan orang yang IA perjalankan adalah manusia yang mulia ke tempat yang mulia.
2. Keberadaan masjidil Aqsa yang penuh berkah, hingga keberkahannya melimpah ke sekelilingnya.
3. Bahwa perjalanan ini adalah tanda Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya.
4. Dan sesungguhnya bahwa Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. 

Hal yang serupa dibahas lebih lanjut pada sesi kedua oleh Ustadz Umar Makka. Beliau menyampaikam bahwa perjalanan ini adalah untuk menghibur Rasulullah SAW. Peristiwa ini terjadi setelah meninggalnya dua orang terkasih Rasulullah. Istrinya Khadijah Binti Kuwailid dan pamandanya Abu Thalib. Terlebih dengan peristiwa thaif. Sehingga tahun itu mendapat julukan tahun kesedihan. Dengan perjalanan ini Allah memberikan Rasulullah hadiah rihlah ke sidratul muntaha.

Sekjen Spirit of Aqsa ini membeberkan hikmah transitnya Muhammad SAW yang belum banyak diketahui orang, diantaranya adalah;
Yang pertama bahwa Allah SWT ingin memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya dengan memperjalankan hamba-Nya yakni Rasulullah dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa dalam satu malam.
Yang kedua, sebagai pelipur lara Rasulullah setelah peristiwa-peristiwa yang menimpanya.

Ketiga, Allah ingin memperlihatkan kemuliaan umat Rasulullah. Pada peristiwa inilah Rasulullah menerima perintah yang menjadi salah satu rukun Islam yaitu shalat wajib 5 waktu.

Keempat, Allah memperlihatkan umat manusia bahwa Rasulullah adalah imam para Nabi. Dimana dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Rasulullah mengimami semua arwah Nabi Dan Rasul (kecuali Nabi Isa as. beliau hadir bersama dengan Jasad dan arwahnya).

Dan yang kelima, hikmah transitnya adalah agar umat Islam senantiasa memahami dan sadar untuk menjaga kesucian Masjidil Aqsa.
Adapun hikmah yang terakhir adalah agar umat Islam ini paham bahwa ketika ditimpa ujian maka solusinya adalah shalat.

Tatsqif ini diakhiri dengan pertanyaan menarik dari salah satu peserta terkait hikmah mengapa Allah SWT tidak langsung memberangkatkan Rasulullah dari Masjidil Haram Ke Sidratul Muntaha tapi melalui masjidil aqsa terlebih dahulu?
Beliau menjawab; "Diantara hikmahnya adalah untuk pembuktian kenabian Rasulullah terhadap orang-orang kafir Quraisy bahwa mereka paham betul Rasulullah belum pernah ke Syam, sedangkan mereka sering bolak-balik berpergian kesana (Q.S Al-Quraisy). 

Dengan transitnya Rasulullah ke Masjidil Aqsa inilah,  ketika para kafir Quraisy mengajukan pertanyaan seperti apa Masjidil Aqsa. Rasulullah dapat membungkam kafir Quraisy dengan menjelaskan setiap sudut yang ada di Masjidil Aqsa dengan detail di hadapan mereka. (DYR)

Berita Palestina

Materi

 
Copyright © 2014 Spirit of Aqsa | All Rights Reserved
Support by : karnogp