BREAKING

Kegiatan

Berita Islam

Latest Post

Friday, 13 January 2017

Muhammad Sholihi Dibantai Depan Mata Ibunya

Spirit of Aqsa | Nablus - Ummu Muhammad talk pernah berfikir kejadian yang tragis menimpa anaknya di umur yang ke 60. Peluru Zionis itu telah membuyarkan kedamaian yang selama ini menyelimuti Kamp Fariah, sebelah timur laut Nablus. Tembakan demi tembakan memborbardir rumahnya hingga anak satu-satunya gugur syahid dengan rentetan peluru itu di depan matanya.

Ummu Muhamamad kelahiran asli Ludd, wilayah Palestina jajahan 48 terguncang dengan suara pintu yang digedor-gedor serdadu Zionis. Anaknya, Muhammad Sholihi mantan tawanan selama tiga tahun di penjara Zionis mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

Pembantaian
Hj. Ummu Muhammad menuturkan kepada tetangganya yang masih kerabat dekat keluarga, bahwa segerombolan serdadu menyerbu rumahnya. Sebagian mereka berupaya memasuki rumah sebelah. Sementara itu putranya, Muhamamd berupaya menjauhkan mereka dari pekarangan rumah dan berteriak agar mereka keluar dari rumah. Namun teriakan anaknya disambut dengan berondongan peluru ke arahnya hingga ia syahid di tempat seketika.

Pemimpin Hamas di Kamp Afirah, Kholid Manshur yang tiba di tempat kejadian beberapa menit kemudian setelah serdadu angkat kaki dari rumahnya menyebutkan, Muhamamd dibombardir tembakan dari jarak nol meter di depan mata ibunya sendiri.

Ibunya yang sedang duduk di pintu rumahnya yang sederhana berupaya membawa putranya yang sudah syahid ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Ia sangat terguncang dengan kejadian tersebut. Suaminya telah wafat dua bulan yang lalu. Sementara ia hanya memiliki satu-satunya anak peninggalan suaminya yang juga kini meninggalkanya.

Teriakan Kemarahan
Seorang ibu dari keluarga Abu Zinah mengatakan, puluhan pemuda segera menuju rumah Muhammad Sholihi untuk segera membawanya berkeliling di distrik. Mereka meneriakan kemarahan, sementara ibu-ibu dan wanitanya berkumpul di rumah Ummu Muhamamd.
Muhamamd Sholihi (32 tahun) telah gugur syahid hari ini Selasa (10/1) diberondong tembakan serdadu Zionis yang datang menyerbu kampong tersebut. Semantara masyarakat masih berkeliling meneriakan kemarahan, takbir dan seruan balas dendam.

Tentara Zionis melancarkan aksi penggerebekan dan penangkapan besar-besaran terhadap sejumlah rumah warga. Bahkan mereka menaiki sejumlah atap rumah untuk memantau keamanan di sekitar dengan menempatkan sejumlah sniper. Muhamamd Sholihi telah gugur dengan luka tembak di pinggung, leher, dada dan beberapa bagian tubuhnya. Ia ditembak dari jarak sangat dekat oleh serdadu Zionis. (asy/pip)

Tuesday, 10 January 2017

PRESIDEN AFSEL HIMBAU WARGANYA UNTUK TIDAK KUNJUNGI "ISRAEL"

Johannesburg - SoA- Presiden Afrika selatan, Jacob Zoma Senin (8/1) menghimbau kepada seluruh warga nya untuk tidak melakukan kunjungan ke "Israel" sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina dan dukungan akan kemerdekaan Palestina.

Dalam pidatonya di acara  peringatan 105 tahun berdirinya partai konferensi nasional Afrika, Zoma mengatakan , negaranya menyambut hangat keputusan DK PBB beberapa waktu lalu yang mengecam aksi pembangunan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat.

Ia menambahkan, "Raykat Palestina akan meraih impiannya suatu hari nanti dan mendapatkan kemerdekaannya, sementara kita akan terus berusaha mendukung mereka.

Pemerintah Afsel menilai, seluruh kebijakan Israel terhadap palestina bersifat "rasis" sebagaimana pernah terjadi di wilayah tersebut antara tahun 1948 hingga 1994 dimana sekelompok kulit putih penguasa memprbudak warga kulit hitam yang merupakan penduduk pribumi.(SoA)

=======
Ikuti terus Kabar terbaru seputar Palestina dan Masjid Al Aqsa eksklusif dari Jalur Gaza-Syam via :

Twitter : @spiritofaqsa
Fanpage FB : Spirit of Aqsa
Instagram : @spiritofaqsa
Website : www.spiritofaqsa.org
Telegram : @spiritofaqsa

Berita Palestina

Materi

 
Copyright © 2014 Spirit of Aqsa | All Rights Reserved
Support by : karnogp