BREAKING

Kegiatan

Berita Islam

Latest Post

Saturday, 19 November 2016

Anak-anak; Target Utama Serangan Israel Selama Intifadhah Al-Quds

Spirit of Aqsa | Al-Quds – Sumber-sumber HAM di Palestina menjelaskan, pasukan Israel sejak meletusnya Intifadhah Al-Quds pada Oktober 2015 lalu meningkatkan aksi serangan terutama terhadap anak-anak di Tepi Barat dan Al-Quds.

Lembaga advokat Club Tawanan Palestina menyatakan, cakupan target anak-anak meluas selama setahun terakhir sehingga lebih dari 350 anak-anak Palestina kini mendekam di penjara Israel antara berstatus tervonis atau masih “dihentikan” penyidikannya.
Di antara anak-anak itu, 115 dari Al-Quds dan 12 di antara anak perempuan di bawah umur.

Pejabat urusan pendataan di Gerakan Advokasi Internasional Anak, Ayed Qathish menegaskna, angka yang mendokumentasikan di setiap lembaga tidak mencerminkan angka sebenarnya dari kasus penangkapan sebenarnya di Palestina. Sebab masih ada puluhan kasus penangkapan militer Israel terhadap anak-anak dalam periode yang pendek yang tidak tercatat secara benar.

Qathis menyatakan, penangkapan anak-anak ini bertentangan dengan undang-undang internasional.
Ia menambahkan, selama periode ketegangan politik di Palestina, pelanggaran-pelanggaran Israel terhadap HAM Palestina secara umum dan anak-anak secara khusus berupa penangkapan, pembunuhan dan penyisaan mengalami peningkatan.

Ia menilai, pantargetan anak-anak sudah menjadi politik Israel sebagai sarana mengusai hak Palestina. Undang-undang sipil Israel dan intruksi militernya secara teori membrikan perlindungan kepada anak-anak namun secara riil bertentangan. Semua jaminan hukum di Israel dilanggar dan tidak dihormati oleh Israel sendiri. Anak-anak Palestina mengalami perlakuan sangat buruk dan jahat dan juga ancaman. Jika mahkamah Israel tidak menemukan cara melayangkan dakwahan kepada anak-anak Palestina maka mereka mengeluarkan perintah penangkapan/penahanan administratif.

Gerakan Advokasi Anak menyatakan, Israel mengeluarkan 20 perintah penahanan administratif terhadap anak Palestina, 16 di antaranya dari Tepi Barat, 4 dari Al-Quds antara Oktober 2015 hingga November 2016.

Qathasy menyatakan, sebagian besar anak-anak itu menjadi terdakwah secara administratif karena konten yang mereka posting di Facebook. Bahkan Israel kemudian menambah keras hukuman terhadap anak-anak melalui undang-undang.

Hukuman kepada anak-anak berlaku kepada anak yang usianya 12 tahun semntara undang-undang yang ada di Israel hanya membolehkan pada usia 14 tahun minimal.

Selama 10 hari terakhir di bulan ini, anak Palestina seperti Ahmad Zatari (12) dan Shadi Farrah (12) dan Nurhan Awad (16) menunggu pembacaan vonis kepada mereka terkait tudingan usaha pembunuhan atau melukai warga pemukim Yahudi di Al-Quds. (at/qudspress/pip)

Thursday, 17 November 2016

Walikota Israel Ancam Hancurkan Ribuan Rumah Palestina di al-Quds

Spirit of Aqsa - Walikota penjajah Zionis di al-Quds Neir Barakat mengancam akan menghancurkan ribuan rumah Palestina di al-Quds bila kompromi masalah koloni permukiman Yahudi Amona gagal atau dibongkar.

Surat kabar Zionis Ha’aretz mengutip dari Barakat yang mengatakan, “Keputusan pengadilan khusus terkait Amona tidak memberi kesempatan kepada kami untuk berpikir mengizinkan mereka yang bukan pemilik tanah untuk berusaha mempersiapkan pembangunan. Bila tidak terjadi kompromi status Amona maka tangan kami terbelenggu dan kami akan terpaksa juga sampai ke al-Quds dan menghancurkan ratusan bahkan ribuan rumah, di sana tidak ada UU bagi Yahudi atau Arab.”

Pernyataan Barakat ini dilatarbelakangi oleh niat pemerintah kota Zionis menghancurkan rumah di Bet Hanina di al-Quds yang dihuni 40 warga Palestina dengan dalih tanah rumah tersebut milik Yahudi.

Baru-baru ini pengadilan tinggi Zionis memutuskan untuk membongkar koloni permukiman Yahudi Amona dekat Ramallah. Sejak saat itu pemerintah Zionis berusaha untuk mewujudkan solusi untuk tidak membongkar permukiman tersebut, di antaranya dengan mengusulkan RUU untuk melegalitasi permukiman seperti ini dan memberi ganti rugi kepada para pemiliknya (orang Palestina). (was/melayu.palinfo.com)

Berita Palestina

Materi

 
Copyright © 2014 Spirit of Aqsa | All Rights Reserved
Support by : karnogp